Pembukaan Termegah ASG Sepanjang Sejarah oleh Visual Rangers

ASEAN School Games (ASG) (juga dikenal sebagai Youth SEA Games) adalah permainan tahunan untuk atlet siswa sekolah menengah di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan diselenggarakan di bawah wewenang Dewan Olahraga Sekolah ASEAN (ASSC). ASSC adalah dewan olahraga regional apolitis yang mempromosikan olahraga di antara negara-negara anggota. Sebelum 2009, permainan dimainkan berdasarkan satelit, acara olahraga tunggal. Ini diubah pada 2009, di mana format game diimplementasikan. ASG ke-1 yang direncanakan dalam format permainan baru diselenggarakan oleh Thailand pada tahun 2009, sedangkan ASG ke-2, ke-3 dan ke-4 diselenggarakan oleh Malaysia, Singapura dan Indonesia

3 Objective ASG

  • Untuk mempromosikan Solidaritas ASEAN pada generasi muda kita melalui olahraga sekolah;
  • Untuk memberikan kesempatan bagi atlet sekolah untuk membandingkan bakat olahraga mereka di kawasan ASEAN; dan
  • Untuk memberikan kesempatan bagi atlet sekolah untuk berinteraksi dan terlibat dalam pertukaran budaya di ASEAN.

Pembukaan Spektakuler Sepanjang Sejarah ASG

ASG 2019 tercatat memiliki pembukaan paling meriah dan megah sepanjang sejarah adanya ASG bahkan bisa dibilang semegah Asean Games. Salah satu yang menarik ikut sertanya Visual Rangers dalam acara pembukaan tersebut sebagai Visual Director.

Dengan mengedepankan budaya jawa tengah selaku tuan rumah, pembukaan terasa kental akan budaya Indonesia yang terkenal banyak dan beragam.

Visual Rangers mengkombinasikan budaya dengan teknologi video mapping menjadikan pembukaan ASG ke 11 ini menjadi breaktrough penyelengaraan ASG kedepannya.

Orang-Orang Dibalik Suksesnya Pembukaan ASG

Team FOH yang sudah dikenal sangat handal dalam mengoraginizer event-event besarlah dibalik layar suksesnya pembukaan ASG ke 11 ini.

  • Creative @dhanar.vj
  • Show management @asthi
  • Lighting @yoni.wijoyo

Membuat segala yang tidak mungkin mejadi mungkin. Boleh dibilang inilah mix antara magic dengan kesempurnaan sebuah eksekusi didalam event.

 

Visual Rangers

Video Mapping Mandarin jakarta

Video Mapping Mandarin jakarta By Visual Rangers

Aligment and Patern Test dilakukan untuk persiapan HUT DKI 492 – 22 Juni 2019 yang diadakan di Bundaran HI Jakarta. Visual Rangers dengan pengalamannya kembali dipercaya untuk menghandle visualisasi dalam pertunjukan kali ini.

Multimedia visual merupapakan media yang mudah untuk memberikan arti, kesan dan makna yang melekat kedalam fikiran. Didukung dengan desain dan video yang apik serta management yang rapih acara akan berjalan lancar.

Project kali ini bisa dibilang “Projection Mapping and Waterscreen Project” – Bundaran HI Jakarta.

Content by

Visual Rangers & Trans Media

Akusara Group Ubah Citra Remaja Masjid Melalui Festival

PENYANYI dan penulis lagu berkebangsaan Filipina-Amerika, Jeremy Passion, menutup rangkaian gelaran Ramadan Jazz Festival (RJF) yang mengusung tema ‘Love Unites All’ di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/5) dini hari.

Acara tahunan yang diadakan Remaja Islam Cut Meutia (Ricma) ini juga sukses menggandeng deretan musisi Tanah Air. Berbeda dari 2018, Jeremy menjadi surprise lantaran satu-satunya artis internasional yang manggung.

Tata panggung yang apik, semakin sempurna dan mampu memukau para penonton dengan pencahayaan dan penataan suara yang luar biasa. Para penonton disuguhi permainan lampu sorot yang memukau, menjadikan konser itu bermandikan cahaya di suasana malam.

“Ini bagian dari dukungan kita atau CSR dalam bentuk kreativitas. Jadi kegiatan sosial, ibadah, dan menghibur. Kita juga mendukung seputar teknik produksi agar dakwah sosial lebih menyentuh dan memberikan pengalaman yang berbeda,” terang salah satu Founder Akusara Group, Andhika Mauludi, di lokasi.

Dalam kesempatan tersebut, ditambahkannya, mendukung lewat Akusara Production (Event Organizer), Akusara Prosound (Sound System), Akusara Prolight (Lighting), Akumoment (Photo Video), Akusewa (Online Rental Platform). Dalam mendirikan dan menjalani hal tersebut, Andhika dibantu Mohammad Soeharto dan Muhammad Pradana Indraputra.

“Total kita mendukung karena ingin membuat atau mengubah image (citra/penilaian) kalau remaja (masjid) juga bisa bekerja lebih profesional,” imbuhnya.

Dengan begitu, pola pikir para remaja dan orangtua, pun dapat bertransformasi. Masjid harus bisa menjadi tempat ‘bermain’ yang wajib dikunjungi, khususnya para remaja.

Sebab selama ini yang muncul, banyak remaja berpikiran masjid merupakan tempat yang tidak menarik, karena hanya ada salat, ngaji dan rutinitas kegiatan agama.

Dalam pandangannya, tantangan dakwah remaja masjid saat ini memang tak mudah. Melihat perilaku para pemuda Indonesia paling mutakhir. Apalagi, banyak yang sungkan datang ke masjid karena ada tempat nongkrong lain yang lebih gaul dan menyenangkan.

Untuk itu, remaja masjid di Cut Meutia, kini mengubah tampilan dan kemasan dakwah.

“Utamakan kreativitas, sesuaikan dengan perkembangan zaman. Pandangan masjid sebagai tempat yang ketinggalan zaman merupakan hal pertama yang harus direkonstruksi,” lanjut Andhika.

Pergelaran tersebut, rupanya rutin diadakan setiap tahunnya dan kini memasuki tahun kesembilan. Para musikus tampil dan berdakwah menggunakan musik jazz. Selain itu, selalu diikuti dengan kegiatan sosial, seperti donasi dengan kampanye atau segmentasi yang berbeda-beda tiap tahunnya.

Bila pada 2018 sedekah atau donasi yang terkumpul mencapai Rp250 juta, tahun ini ditargetkannya menyentuh angka Rp500 juta.

“Tiket masuknya itu diganti donasi yang kali ini ditujukan untuk difabel (Difable Action Indonesia) berupa alat bantu baca, dengar dan alat bantu gerak. Jadi pengunjung membayar sedekah dan mudah-mudahan ikhlas sehingga berkah. Kalau tahun sebelumnya, kita pernah bantu rumah baca di perbatasan, perbaikan sekolah dan rumah ibadah,” tuturnya.

Masih dikatakannya, percaya jika musik dan cinta itu bisa menyatukan semuanya. Dengan demikian, mampu menumbuhkan dan mengembalikan toleransi yang dirasa terkikis, utamnya usai Pilpres dan Pileg 2019.

RJF 2019 juga mengundang influencer, figur publik, tokoh politik, serta duta besar dari negara sahabat. Adapun musisi yang hadir, yakni Sujiwo Tejo membawakan lakon wayang, Saxx In The City, Dengarkan Dia, Rizky Febian, Ecoutes, Maliq & D’Essentials, serta Glenn Fredly di hari pertama atau Jumat (17/5).

Lalu di hari selanjutnya, ada Tosca, Chiki Fauzi, Andre Hehanussa, Element Reunion, Barsena Bestandi & Olivia Pardede, HIVI! Dan ditutup Jeremy Passion. (RO/OL-1)

Source: https://mediaindonesia.com/read/detail/236537-akusara-group-ubah-citra-remaja-masjid-lewat-festival

Potensi Bisnis Video Mapping Dalam Industri Multimedia

Melihat bisnis video mapping dalam bisnis multimedia dan animasi dari sudut pandang donny priwardhana sebagai spesialis dibidang ini.

Donny Priwardhana. Pria jebolan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YKPN Yogyakarta ini sekarang aktif di dunia video mapping. Ia menggeluti bisnis dunia mapping sejak tahun 2007. Waktu itu, tren ini memang belum ramai di Indonesia. Namun Donny memulainya di Kuala Lumpur, dengan menangani konser artis ternama yaitu Agnes Monica.

Disinilah letak keunikannya, video mapping yang dilakukan tidak selalu gedung-gedung sebagai layarnya. Ia lebih aktif dalam membuat video mapping sebagai latar belakang konser. “Seperti yang kita lihat di konser X-Factor, itu di belakangnya pakai video mapping,” ujar Donny.

donnyDonny rata-rata mengerjakan sedikitnya dua klien dalam sebulan, ia dapat meraup omzet minimal Rp 20 juta. Pria yang awalnya memiliki pekerjaan utama sebagai junior head creative di sebuah perusahaan event organizer ini mengaku belajar video mapping secara otodidak.

Donny mengaku, sering kali mendapat order dari stasiun televisi swasta, seperti Trans TV, Trans 7, TV One dan B-Channel. Sementara lain untuk order off air Donny pernah juga menangani event di sejumlah perusahaan ternama, seperti Citibank dan BRI.

Kendati aktif membuat video mapping sebagai latar belakang panggung, Donny juga beberapa kali menggelar video mapping dengan gedung sebagai media layar. “Gedung atau apapun bisa dijadikan layar asal warnanya putih. Pesawat saja bisa,” ujar pria 38 tahun ini.

Ada dua tahapan dalam membuat video mapping. Pertama, perencanaan konsep dengan klien dan yang kedua eksekusi di lapangan “ujar Donny”.

Peluang bisnis ini masih sangat terbuka lebar dengan perkiraan persaingan yang cukup banyak serta kreatifitas yang semakin bertambah “tambahnya”.

Link Sumber: https://peluangusaha.kontan.co.id/news/gebyar-peluang-dari-kreasi-video-mapping

Donny Priwardhana

Donny Priwardhana – Spesialis Multimedia dan Animasi

Donny Visual RangersLelaki seniman pixel ini rupanya sangat menggemari olahraga bersepeda. Ditengah padatnya job di layanan multimedia, sebisanya ia menyempatkan diri untuk tetap bersepeda. Bahkan kerap kali jika ada panggilan keluar kota, dan di kota tersebut ada tempat yang terkenal dengan spot atau track bersepeda dengan sejuta pemandangan, ia tak segan-segan membayar sendiri biaya kelebihan bagasi hanya untuk membawa sepedanya di dalam hardcase khusus.

“Yang penting jadwal kerjaan jangan sampai mengganggu jadwal saya bersepeda..haahhaa” kelakar Donny mengawali obrolan kami.

Pemilik nama lengkap Donny Priwardhana ini sebenarnya berasal dari lingkungan keluarga yang kesemuanya berprofesi sebagai dokter. Hanya ia sendiri, sulung dari 3 bersaudara ini yang memilih jalur kreatif. Yang sebenarnya awal mula ia mulai terjun sebagai Professional Multimedia Content & System ini hanya bermodal ‘nekat’.

“Saya sampai menjual laptop IBM ‘dual screen’ alias screen-nya retak terbelah karena sempat terjatuh, di tambah juga dengan menjual motor kreditan saya waktu itu, karena saya ingin mengganti dengan laptop baru yang agak layak dan bisa menunjang kerja saya” tutur Donny mengungkap kisah masa lalunya.

Ia pun kembali menuturkan “Waktu itu di tahun 2007, abang angkat saya yang bernama La Ode mendapat job untuk menggarap konser Agnes Monica di Stadion Negara – Kuala Lumpur. Saat itu bang La Ode menjelaskan kalau slot yang tersedia hanya untuk bagian visual. Dan ketika saya di tanya apa sanggup melakukannya, saya jawab..sanggup! Walaupun pada akhirnya ‘puyeng’ dengan pertanyaan-pertanyaan yang berputar di kepala. Karena saat itu sangat minim pengalaman saya, paling hanya kemampuan editing dan grafis yang sederhana. Istilah-istilah VJ, Visual Director, dan sebagainya-pun masih terasa asing buat saya”.

Garis hidup manusia memang kita tidak pernah tahu. Dan ke-nekat-an ia pada saat itu mungkin menjadi suatu sugesti positif di bawah sadarnya. Saat laptop baru sudah didapat, ia mulai googling untuk mencari-cari informasi software yang bisa menunjang aktifitasnya tersebut.

“Akhirnya saya berbekal laptop baru dan software Motion Dive Tokyo bersama tim berangkat ke Kuala Lumpur” lanjut lelaki kelahiran Purowkerto tapi besar di Jogja ini.

Tugas dengan modal nekat ini-pun sukses dan berbuah manis. Karya grafis-nya di Konser Agnes Monica ini banyak menuai pujian. Terbukti dari beberapa stasiun TV yang mulai meliriknya, diantaranya TV One, Global TV, Trans TV, Trans 7 mulai mempercayakan tugas sebagai Visual Jockey kepada Donny.

When Passion Meets Opportunity

Donny selalu menanamkan Passion untuk selalu membuat yang terbaik.

Bermula dari kesempatan menangani visual konser-nya Agnes Monica tersebut, ia mulai serius menekuni pekerjaan sebagai seniman yang melukis di ‘layar gede’ beberapa program TV maupun konser-konser. Dan kemudian di tahun 2015 ia mulai menggadang-gadang nama ‘Visual Ranger’ sebagai benderanya di bidang Production House yang fokus untuk pekerjaan-pekerjaan multimedia dan animasi.

Ketika menjalani VR, begitu ia membahasakan ‘Visual Ranger’, pastilah mengalami banyak liku-liku. Mulai dari menghadapi klien yang seenaknya, sampai persaingan dari pihak yang sirik dan ingin menjatuhkan-pun pernah ia alami.

“Sepertinya untuk persaiangan di dunia multimedia konten dan system malah terbilang ‘adem ayem’, karena kami-kami yang menjalani bisnis serupa tidak menganggap persiangan. Antara kita malah saling berbagi kerjaan. Walaupun dulu pernah ada yang sampai menusuk dari belakang dan akhirnya sampai di blacklist di salah satu TV Nasional. Dan kalau kita percaya sama Allah SWT pasti kita di kasih rejeki lain, yang penting kitanya jangan sampai pernah ada niatan seperti itu” cerita Donny ketika mengenang perjalanan bisnisnya ini.

Ia pun melanjutkan, “di VR kami sangat menjunjung tinggi etika bisnis, gak ada tuuh di kita yang namanya istilah ‘menikung’ klien. Haram hukumnya”.

Dalam bisnis memang mutlak diperlukan komitmen dan menjaga etika, selain juga kepuasan pelanggan. Donny bersama VR menerapkan itu, dan terbukti klien-klien yang selama ini mempercayakan ia untuk melakukan pekerjaan multimedia, kebanyakan adalah existing client. Klien yang rata-rata lebih dari 1 tahun selalu menggunakan jasanya.

Hal ini ditegaskan oleh Yongky Yohansyah, yang saat ini menjabat Traffic Management Manager di PT. MD Media, sebuah perusahaan Agency Advertising di bawah naungan Telkom Group. Dan ia telah menggunakan jasa Donny sejak tahun 2016, “Mas Donny bersama tim VR sangat kooperatif dan helpfulbanget, tim yang siap di Last Minute ada perubahan materi. Mereka selalu mampu menerjemahkan brief yang kami berikan, dan tidak jarang kreatifitas dari mereka saat menuangkan pekerjaan tersebut, hasilnya memberikan kami kepuasan yang diluar dugaan. Sejauh ini kami nyaman bekerja sama dengan Mas Donny, mereka tim yang disiplin dan tepat waktu, jadi kami tidak merasa kawatir bersamanya. Baik itu saat meeting-meeting di awal ataupun ketika eksekusi di hari H”.

Donny yang selalu menanamkan dalam dirinya untuk terus belajar dan jangan menganggap diri kita hebat, semakin menancapkan posisi di bisnis multimedia ini. Ia pun mengisahkan satu pelajaran yang menjadi pengalaman berkesan dalam karirnya ketika ia ikut menangani sistem penyiaran perhelatan Asian Games 2018 yang baru lalu.

Asean Games Oleh Donny Visual Rangers“Saat Asian Games kemarin, saya di hire IGBS (International Games and Broadcast System), sebuah perusahaan penyedia konten broadcast internasional yang berbasis di London. Disitu saya jadi mengerti bagaimana mereka menghargai para professional yang skillful dengan layak. Juga tentang kerapihan dan kebersihan ruang kontrol, mereka sangat tegas sekali untuk tidak makan di dalam ruangan. Membawa minuman-pun harus yang ada tutupnya. Dan masih banyak lagi hal-hal lain yang saya dapatkan dari situ”.

Donny berpesan kepada siapa saja yang ingin terjun di bisnis multimedia dan events, “dunia events itu kejam kawan, maka anda harus jadi pejantan tangguh. Dan selalu ingat 2 hal..jangan manja dan jangan baperan! Hahahaaa..” tutup Donny sambal tertawa lebar. (danny fe)

Sumber: https://www.daripanggung.com/tokoh/donny-priwardhana-spesialis-multimedia-dan-animasi/

Sistem Sekor dan Grafis ASEAN GAMES 2018

Ketika kita menyaksikan pertandingan di ajang bergengsi ASIA yaitu ASEAN GAMES 2018 pastinya ada sekor pertandingan. Nah kali ini Visual Rangers berkesempatan menangani hal ini.

Dengan kemampuan grafis dan teknis yang sangat memadai, kami membantu wasit dalam menampilkan sekor secara grafis di papan sekor.

Hal ini juga menjadi sebuah kebanggaan bagi Visual Rangers yang ditunjuk langsung oleh IGBS. Mau Tahu Bagai mana serunya di backstage pengaturan papan scoring? Simak Videonya.

 

led screen jakarta

Settingan LED Screen Outdoor dan Indoor

Bagaimana sih mengenali serta mendalami sebuah settingan LED screen baik untuk indoor ataupun outdoor? Mari sama sama kita melihat di dalam sebuah produk biasanya memiliki keunggulan dan kelemahan.

Sekerdar informasi untuk sewa LED Screen Jakarta kami memiliki banyak pilihan screen yang masing-masingnnya juga memiliki keunggulan berbeda-beda, tetapi jangan khawatir kami merupakan tenaga kerja profesional yang senantiasa membantu kepuasan setiap acara Anda berlangsung.

Pertama hal ini yang sangat harus kita perhatikan. Mengenai fungsi, serta keinginan dari hasil yang akan kita ciptakan. Tampilan LED iklan kami yang terjangkau dan dirancang dengan baik digunakan untuk menampilkan produk dan acara kepada orang-orang yang lewat di dalam ruangan dan di luar ruangan. Dengan gambar yang tajam dan terang, produk Anda akan disorot untuk keuntungan terbaiknya.

Setting LED Screen Outdoor

Display LED outdoor ini menampilkan konsumsi daya rendah dan gambar yang tajam dan tajam untuk menarik perhatian orang-orang yang lewat dengan video dan promosi yang menarik yang menonjolkan produk Anda.

Setting LED Screen Indoor

Kecerahan dan rasio kontras yang tak tertandingi memungkinkan layar LED iklan dalam ruangan kami menjadi fokus utama perhatian orang pada siapa pun yang lewat. Kami menawarkan gambar tajam, konsumsi daya rendah, dan warna dalam.

  1. Kipas dan desain exhaust yang efisien untuk mengusir panas
  2. Warna yang seragam dan kontras yang tinggi memastikan gambar yang jernih dan tajam
  3. Tangguh dan kuat, tampilan LED tidak akan mudah berubah bentuk atau melengkung seiring berjalannya waktu
  4. Sinyal stabil dan catu daya memperpanjang masa pakai layar LED
  5. Konsumsi daya rendah mengurangi biaya operasi
  6. High protection grade IP65 membuat layar LED tahan air dan tahan debu

tips memilih proyektor untuk home theater

Bagaimana tips memilih proyektor untuk home theater yang baik dan sangat cocok? akan kita bahas mendalam pada kesepatan posting kali ini.

Pertama-tama kita pahami terlebih dahulu apa itu home theater. Secara keseluruhan ialah sebuah system sound dan visual yang saling terhubung dan mejadi satu kesatuan yang solid serta meng hasilkan suasana theater di dalam rumah.

tips memilih proyektor untuk home theater

Untuk menikmati kualitas tampilan dan suara yang baik di dalam rumah, Anda membutuhkan home theater set. Nah pada kesempatan kali ini kita akan bahas salah satu tools yang memegang peranan penting.

Yup, itulah projector. Memang beberapa tahun terakhir banyak juga orang yang beralih ke tivi flat, atau layar datar. Namun sensasinya agak sedikit berbeda jika Anda menggunakan projector.

Jika untuk keperluan pekerjaan Anda bisa sewa projector christie saja, namun jika Anda menggunakan untuk home theater dirumah Anda, maka beli saja spesifikasi yang cocok, jangan terlalu high dan jangan juga teralalu low.