Potensi Bisnis Video Mapping Dalam Industri Multimedia

Melihat bisnis video mapping dalam bisnis multimedia dan animasi dari sudut pandang donny priwardhana sebagai spesialis dibidang ini.

Donny Priwardhana. Pria jebolan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YKPN Yogyakarta ini sekarang aktif di dunia video mapping. Ia menggeluti bisnis dunia mapping sejak tahun 2007. Waktu itu, tren ini memang belum ramai di Indonesia. Namun Donny memulainya di Kuala Lumpur, dengan menangani konser artis ternama yaitu Agnes Monica.

Disinilah letak keunikannya, video mapping yang dilakukan tidak selalu gedung-gedung sebagai layarnya. Ia lebih aktif dalam membuat video mapping sebagai latar belakang konser. “Seperti yang kita lihat di konser X-Factor, itu di belakangnya pakai video mapping,” ujar Donny.

donnyDonny rata-rata mengerjakan sedikitnya dua klien dalam sebulan, ia dapat meraup omzet minimal Rp 20 juta. Pria yang awalnya memiliki pekerjaan utama sebagai junior head creative di sebuah perusahaan event organizer ini mengaku belajar video mapping secara otodidak.

Donny mengaku, sering kali mendapat order dari stasiun televisi swasta, seperti Trans TV, Trans 7, TV One dan B-Channel. Sementara lain untuk order off air Donny pernah juga menangani event di sejumlah perusahaan ternama, seperti Citibank dan BRI.

Kendati aktif membuat video mapping sebagai latar belakang panggung, Donny juga beberapa kali menggelar video mapping dengan gedung sebagai media layar. “Gedung atau apapun bisa dijadikan layar asal warnanya putih. Pesawat saja bisa,” ujar pria 38 tahun ini.

Ada dua tahapan dalam membuat video mapping. Pertama, perencanaan konsep dengan klien dan yang kedua eksekusi di lapangan “ujar Donny”.

Peluang bisnis ini masih sangat terbuka lebar dengan perkiraan persaingan yang cukup banyak serta kreatifitas yang semakin bertambah “tambahnya”.

Link Sumber: https://peluangusaha.kontan.co.id/news/gebyar-peluang-dari-kreasi-video-mapping

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *